HnJxnamjFNAlOVF6Q1uObREh7avz80zCg0Efg9rw
Inilah 3 Jenis Layanan Terapi Stroke yang Dapat Dilakukan

Iklan Billboard 970x250

Inilah 3 Jenis Layanan Terapi Stroke yang Dapat Dilakukan


Stroke itu memang salah satu penyakit yang berbahaya dan bisa juga menjadi mematikan. Salah satu keluarga ku pun ada yang menderita penyakit tersebut. Aku dan keluarga ku pun masih awam dengan bagaimana perawatan stroke kalua sedang di rumah. Soalnya, stroke itu kan lumpuhnya saraf pada beberapa bagian tubuh. Kalua salah dalam melakukan terapi makan akan semakin parah dong. Maka dari itu aku selalu memanggil fisioterapi di Jakarta yang akan selalu siap datang ke rumah. Terapi ini sangat perlu untuk penderita stroke, karena dapat memulihkan saraf-saraf yang lumpuh sehingga dapat melakukan kegiatan secara mandiri seperti dulu lagi. Selain itu manfaat dari terapi storke adalah untuk menjaga fungsi otak sehingga masih baik. Adapun untuk terapi pasca stroke sendiri mempunyai tiga pilihan dan jenis yang bisa dipilih menurut penurunan kemampuan seorang pasien stroke. Adapun untuk jenis dan juga bentuk-bentuk latihan penderita stroke adalah: 

1. Terapi memori 

Jenis terapi pertama untuk penderita stroke adalah terapi memori yang biasanya karena penderita stroke mengalami kehilangan memori. Terapi ini bisa untuk memperoleh kembali ingatan yang hilang baik sedikit ataupun banyak karena terserang penyakit ini. Adapun untuk manfaat yang biasanya didapatkan juga nantinya tergantung pada usia, tingkat keparahan stroke, letak stroke, dan juga kondisinya sebelum mengalami stroke. 

Adapun untuk beberapa bentuk cara terapi memori yang dilakukan adalah sebagai berikut: 

  • Pertama adalah dengan melakukan stimulasi otak yang dilakukan dengan melakukan permainan untuk mengasah otak. 
  • Selanjutnya dapat dilakukan dengan menempelkan tulisan di tempat tertentu untuk pengingat. Seperti misalnya tulisan di depan dapur, kamar mandi, dan juga di ruang tamu agar lebih mudah diingat. 
  • Selanjutnya untuk melatih ingatan dengan singkatan, kata berirama, dan juga lainnya. 
  • Selanjutnya dapat melatih ingatan dengan meletakkan benda di tempat yang mudah untuk dilihat. 
  • Selanjutnya dapat untuk mengulangi informasi yang dapat untuk menumbuhkan ingatan. 
  • Dapat untuk mengajak penderita stroke bergerak lebih sering. 
  • Dapat untuk memberikannya makanan yang baik untuk otak seperti asam lemak omega 3. 
  • Dapat untuk mengajak penderita untuk bicara dengan teman dan keluarga. 

2. Terapi gerakan 

Layanan terapi stroke selanjutnya adalah dengan melakukan terapi gerakan. Terapi ini merupakan fisioterapi stroke yang penting yang mempunyai banyak kegunaan dan manfaat. Adapun untuk manfaat terapi gerakan pada penderita stroke adalah dapat untuk meningkatkan kemampuan berjalan lebih efektif. Manfaat tersebut nantinya juga akan didapatkan terlepas seberapa parah stroke yang diderita. 

Adapun untuk beberapa hal yang diajarkan pada penderita stroke untuk terapi gerakan adalah: 

  • Mengganti posisi tidur ataupun duduk yang dapat mempunyai keuntungan dapat memperbaiki postur dan juga keseimbangan tubuh. 
  • Melakukan berbagai gerakan di tempat tidur seperti dengan pindah dari tempat tidur dan juga dapat mengulangi posisi dari duduk ke berdiri dan seterusnya. 
  • Melakukan latihan dengan cara menggerakkan tangan dan juga kaki baik dengan melakukannya tanpa bantuan alat ataupun tidak. 

3. Terapi bicara 

Terapi selanjutnya yang bisa dilakukan untuk diajarkan untuk penderita stroke adalah terapi bicara. Layanan terapi stroke yang satu ini mempunyai tujuan untuk dapat melatih kemampuan bicara, dapat untuk melatih otot, dapat menelan, dan juga dapat untuk berbicara kembali. Adapun untuk beberapa terapi yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut: 

  • Pertama adalah pasien stroke dibantu untuk menelan sekitar 50 ml air. 
  • Selanjutnya terapis dapat membantu untuk berkomunikasi yaitu dengan berbicara dan memahami kata atau kalimat yang diucapkan. 
  • Selanjutnya adalah dengan menemukan kata yang dikatakan oleh pasien. 
  • Selanjutnya adalah melatih kekuatan otot mulut yang mengucapkannya dengan kata ataupun huruf. 
  • Melatih pasien untuk menulis, membaca, dan merangkai kata-kata. 
Baca Juga
SHARE
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar